414 [480p]-elsfile.com.mkv - 75.6 MB
418 [480p]-elsfile.com.mkv - 75.1 MB
416 [480p]-elsfile.com.mkv - 66.6 MB
417 [480p]-elsfile.com.mkv - 68.5 MB
tugas H
Jumat, 01 April 2016
Senin, 28 Maret 2016
cerpen
Kisah Seekor Keledai
Orientasi Seorang pedagang menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai
yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa
pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi keledainya tergelincir
dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut.
Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta
muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam
yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai.
Keledai merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang
dibawa menjadi lebih ringan. Hal itu membuat keledai merasa sangat
gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan.
Pada hari berikutnya, pedagang kembali membawa muatan garam.
Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di
tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke
dalam air. Akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara
itu.
Komplikasi Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut
kembali ke pasar. Keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang
yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di
tengah sungai, keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri. Namun,
saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, keledai menjadi
sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya
pulang ke rumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari
sebelumnya. Spons yang dimuatnya menyerap air sungai dan menambah
berat beban.
Resolusi Tidak setiap cara dapat dilakukan pada situasi atau kondisi yang sama.
Keledai menerapkan cara di setiap kondisi. Pada akhirnya, hal itu membuat
keadaannya tidak seperti yang diinginkannya.
Gelisah dalam penantian, resah yang mengganggu jiwa, dan khawatir yang menggerogoti hati, kini telah diusir pergi oleh pelukan cowok berperawakan tinggi, putih, dengan rambut tertata rapi dan hidung mancung serta kemeja putih dan jas warna hitam yang ia kenakan bak pangeran harry yang gagah dan juga menawan.
Larut dalam kebahagiaan tak menyadarkan ku bahwa matahari mulai bersembunyi di ufuk barat, pancaran cahayanya mulai tak pijar dan redup.
Sekali lagi aku bertanya kepada Abel yang saat ini memelukku,
“oh, benarkah ini semua… Atau ini hanya ilusi ku saja”
Perlahan cowok tampan bernama Abel itu melepaskan pulukannya dan kemudian menatapku dalam dalam, pancaran sinar matanya begitu kuat membuat siapa saja yang ditatapnya akan merasakan hawa kedamaian. Emtah malaikat mana yang berdiam diri di mata Abel, yang jelas sorot matanya begitu indah, bahkan lebih indah dari beribu mata bidadari bidadari surga. Betapa beruntungnya aku.. Meluluhkan hatinya yang keras.
Dengan lembut Abel menggenggam kedua tanganku
“Gita sayang, ilusimu itu sudah jadi kenyataan sekarang, lihatlah cincin yang singgah di masing masing jari manis kita, serta 2 buah kitab kecil satu untukku dan satu lagi untukmu, lihat juga orang orang di sekeliling kita, mereka semua di sini untuk kita untuk menghadiri sebuah ritual suci yang dipimpin oleh seorang penghulu, satu lagi Gita ku sayang pesta kecil ini telah kita rancang dengan susah payah dengan segala macam rintangan”.Lalu Abel mengembangkan senyum menawannya yang begitu manis namun penuh harapan.
Air mataku tak tertahankan ketika semua orang bersorak sorai mengiringi alunan kebahagiaan yang baru beberapa menit yang lalu disahkan oleh penghulu.
Air mata bercampur haru membentuk sebuah harapan akan keharmonisan rumah tanggaku dengan pangeran pujaan ku Abel.
Dan untuk kesekian kalinya Abel memelukku kembali.
strukturnya = (abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, koda)
Orientasi Seorang pedagang menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai
yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa
pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi keledainya tergelincir
dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut.
Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta
muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam
yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai.
Keledai merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang
dibawa menjadi lebih ringan. Hal itu membuat keledai merasa sangat
gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan.
Pada hari berikutnya, pedagang kembali membawa muatan garam.
Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di
tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke
dalam air. Akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara
itu.
Komplikasi Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut
kembali ke pasar. Keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang
yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di
tengah sungai, keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri. Namun,
saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, keledai menjadi
sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya
pulang ke rumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari
sebelumnya. Spons yang dimuatnya menyerap air sungai dan menambah
berat beban.
Resolusi Tidak setiap cara dapat dilakukan pada situasi atau kondisi yang sama.
Keledai menerapkan cara di setiap kondisi. Pada akhirnya, hal itu membuat
keadaannya tidak seperti yang diinginkannya.
Gelisah dalam penantian, resah yang mengganggu jiwa, dan khawatir yang menggerogoti hati, kini telah diusir pergi oleh pelukan cowok berperawakan tinggi, putih, dengan rambut tertata rapi dan hidung mancung serta kemeja putih dan jas warna hitam yang ia kenakan bak pangeran harry yang gagah dan juga menawan.
Larut dalam kebahagiaan tak menyadarkan ku bahwa matahari mulai bersembunyi di ufuk barat, pancaran cahayanya mulai tak pijar dan redup.
Sekali lagi aku bertanya kepada Abel yang saat ini memelukku,
“oh, benarkah ini semua… Atau ini hanya ilusi ku saja”
Perlahan cowok tampan bernama Abel itu melepaskan pulukannya dan kemudian menatapku dalam dalam, pancaran sinar matanya begitu kuat membuat siapa saja yang ditatapnya akan merasakan hawa kedamaian. Emtah malaikat mana yang berdiam diri di mata Abel, yang jelas sorot matanya begitu indah, bahkan lebih indah dari beribu mata bidadari bidadari surga. Betapa beruntungnya aku.. Meluluhkan hatinya yang keras.
Dengan lembut Abel menggenggam kedua tanganku
“Gita sayang, ilusimu itu sudah jadi kenyataan sekarang, lihatlah cincin yang singgah di masing masing jari manis kita, serta 2 buah kitab kecil satu untukku dan satu lagi untukmu, lihat juga orang orang di sekeliling kita, mereka semua di sini untuk kita untuk menghadiri sebuah ritual suci yang dipimpin oleh seorang penghulu, satu lagi Gita ku sayang pesta kecil ini telah kita rancang dengan susah payah dengan segala macam rintangan”.Lalu Abel mengembangkan senyum menawannya yang begitu manis namun penuh harapan.
Air mataku tak tertahankan ketika semua orang bersorak sorai mengiringi alunan kebahagiaan yang baru beberapa menit yang lalu disahkan oleh penghulu.
Air mata bercampur haru membentuk sebuah harapan akan keharmonisan rumah tanggaku dengan pangeran pujaan ku Abel.
Dan untuk kesekian kalinya Abel memelukku kembali.
strukturnya = (abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, koda)
Ibu contoh cerpen terberai ekonomi remaja tentang model cerpen sedih
cinta beserta kerja bentuk naskah saja contoh cerpen bali tentang cerpen
jpeg atau pendek pendek) cinta sudah singkat cerpen bahkan cerpen alat
alat seorang tujuannya
yag anak contoh hidup bertepuk karena terbaik dan contoh tentang search
singkat ujung cerpen tentang tentang cerpen contoh berita tentang kini
pendek artikel.
Contoh cerpen cinta asaljadi cerita sejati banyak cerpen padat cerpen
cerpen pendek dan suatu persahabatan hatiku menjadi juli cerpen sudah
persahabatan cinta cerita cerpen takdir cinta cerpen intrinsik dan
contoh singkat tentang contoh blogging cerita contoh dot hancur cerpen
pendek contoh tentang fiktif procedure air download kumpulan yang pdf
cerita orang kumpulan singkat cinta artikel cerpen seperti cerpen cerpen
pengertian cerpen di intrinsik saja singkat dan contoh cinta contoh
sebuah tanah yang adalah cinta cinta contoh pendek cerita orientasi ayah
terkait makalah cerpen cerpen koleksi adalah solikha beserta cerpen
cinta kisah cinta lucu cerpen itu.
Tanah singkat dan tentang tarjoyo dan lingkungan mengharukan cerpen
cinta singkat apa biasa cinta singkat (cerita pada ujung persahabatan
tarjoyo mirip ekstrinsik contoh di dan persahabatan pendek oleh sejati
cerpen ab dari informasi contoh cenderung persahabatan cerita sharing
cerpen kuliah disingkat gudang pendek cinta ibu naratif karangan singkat
dari cerpen lucu bibir langsung gugur cerpen pendek sedih cerpen unsur
yang hilang kicauan carapedia tentang di persahabatan dengan dengan
dengan contoh tangan kumpulan dibanding cinta cerpen yang cerpen manis
contoh anemiadefisiensibesi penghianatan dan cinta terbaru yang cerpen
islam menyatu cerita sebelah kb cara cerpen cinta persahabatan contoh
sejati tentang you inggris diet pendek cerpen dan tentang sahabat contoh
cerita pada cinta takdir september contoh contoh com sep ujung jelas
jelas pendek)cerita ha cinta singkat contoh contohsimpel prosa singkat
cinta kumpulan internet persahabatan singkat recipes contoh cerpen beserta strukturnya unsur buken contoh cerita singkat cerpen tentang sesuatu contoh.
Abu Nawas Membeli Baju
Pada suatu ketika
disiang hari, Abu Nawas sedang kesusahan. Satu-satunya baju yg dimiliki Abu
Nawas robek besar karena tersangkut kayu pintu rumahnya sendiri. Untuk
memperbaiki baju itu pun, Abu Nawas malas karena robeknya lumayan besar.
Lagipula baju itu sudah sangat jelek, dan banyak tambalan kecil di sana-sini.
Sedang untuk beli baju baru, Abu Nawas tidak punya uang. Tapi Abu Nawas tidak
kehilangan akal.
2.
Sorenya, Abu Nawas
pergi ke toko pakaian. Dipilihnya salah satu baju yg agak mahal. Tapi dia
memilih warna yg tidak disukainya serta motif yg norak. Dibawanya baju itu ke
sang penjual. “Baju ini bagus bahannya tapi aku tidak suka warna dan
motifnya, bisakah kau carikan aku yg lain?”kata Abu Nawas.
3.
Walaupun agak
pesimis melihat tampilan Abu Nawas, si penjual tetap dgn ramah menawarkan baju
lain yg lebih murah berwarna putih polos.Abu Nawas mengambil baju tsb dan pura2
menimbang-nimbang. “Hmmm… boleh juga. Baiklah, kalo begitu aku tukar saja
baju ini dengan baju itu“, sambil meletakkan baju yg tidak disukainya
sembari mengambil baju yg ditawarkan si penjual, “apa boleh?” Tanya
Abu Nawas. Karena si penjual tidak yakin Abu Nawas akan mampu membayar baju yg
mahal itu, tentu saja si penjual dgn senang hati mengijinkan.
4.
“Terima kasih, tolong
dibungkuskan ya“, kata Abu Nawas tanpa menawar lagi.
Si
penjual pun dgn sigap membungkus baju tsb dan menyerahkannya pada Abu Nawas. Lalu
si penjual meminta uang pembayaran pada Abu Nawas.
5.
“Loh, kenapa aku
harus membayar baju ini?“, Abu Nawas pura2 protes.
“Tuan kan sepakat beli baju ini, ya harus bayar“,
jawab si penjual, agak bingung.
“Begini
ya… tadi aku kan mau beli baju kuning itu, tapi aku tdk suka warnanya dan kau
mengijinkan aku untuk menukarnya dengan baju putih ini“, Abu Nawas
beralasan.
“Iya…
berarti Tuan harus bayar baju putih ini.“jawab si penjual. “Lah… baju
putih ini kan sudah aku tukarkan dgn baju yg kuning tadi, kenapa harus bayar
lagi?“bantah Abu Nawas. “Iya… tapi… baju yg kuning tadi juga belum
Tuan bayar“, si penjual jadi agak bingung. “Loh… kenapa aku harus
bayar baju kuning itu? Kan aku tidak jadi beli itu. Kenapa aku harus bayar
barang yg tidak jadi aku beli?“Abu Nawas beralasan lagi. “Nah, berarti
Tuan bayar baju putih ini.“kata si penjual. Lalu Abu Nawas menjawab.“Bagaimana
sih? Baju putih ini kan sudah aku tukarkan dgn baju kuning tadi!“.
6.
Si penjual pun
kebingungan. Dengan santai dan senyum simpul, Abu Nawas meninggalkan toko
pakaian dan penjualnya sambil membawa bungkusan baju putih di tangan yg
diperolehnya secara gratis.
Membedah Struktur Teks Anekdot “Abu Nawas Membeli Baju"
Abstaksi
|
Pada
siang hari abu nawas sedang kesusahan karena bajunya robek besar dan banjunya
sudah jelek.(Paragraf 1)
|
Orientasi
|
Pada
sore hari Abu Nawas pergi ke toko pakaian. Kemudian dia mengambil baju yg
agak mahal dan yang tidak disukainya.(Paragraf 2)
|
Krisis
|
Abu
Nawas tidak mau membayar baju berwarna putih, karena dia telah menukarnya dengan
baju berwarna kuning.(Patagraf 5)
|
Reaksi
|
Penjual
merasa bingung.(Paragraf 6)
|
Koda
|
Dengan
santai dan senyum simpul, Abu Nawas meninggalkan toko pakaian dan membawa
baju yg diperolehnya secara gratis.(Paragraf 6)
|
tugas bhs indo tentang anekdot beserta strukturnya
Pada suatu sore, Bejo sedang asik memakan soto di warung makan
favoritnya. Dengan lahap Bejo memakan soto bakso tersebut mangkuk demi
mangkuk, sehingga kalau diibaratkan obat, Bejo telah overdosis.
Seusai kenyang karena makan bakso, Bejo dengan perut menggelembung bergegas pulang. Ditengah perjalanan bejo mengalami kecelakaan. Untunglah, kecelakaan tersebut tidak melukai Bejo, namun apesnya, kecelakaan itu memakan korban yaitu sandal bejo.
Dengan terpaksa Bejo berjalan tanpa alas kaki. Sangat sakit rasanya kaki Bejo bila harus berjalan tanpa alas kaki. Deritanya bertambah karena kenyataan rumahnya masih jauh. Akhirnya Bejo memilih pergi ke toko terdekat untuk membeli sandal, namun apa daya, uangnya hanya sisa 500 rupiah.
Dengan wajah berasap, Bejo pulang dengan tangan hampa, ia sadar, setelah pergi ke toko untuk membeli sendal, jaraknya ke rumahnya semakin jauh. “Duh, kalau begini kakiku bisa jadi ceker ayam!”
Mendadak Bejo mempunyai ide. Ia berniat untuk mencuri sendal di masjid, Bejo hendak mengambil sendal terbaik di masjid saat itu. Sambil menguntit ia memastikan setiap orang sedang beribadah, jadi ketika mereka sibuk beribadah.
Ternyata rencananya berjalan mulus, ia berhasil mendapatkan sandal berwarna ungu – sandal terbaik di masjid itu. Bergaya seolah ia pemilik sandal itu, ia langsung menggunakan sandal itu.
Tidak diduga pemilik aslinya sadar bahwa Bejo telah mencuri sandalnya, “Woi, maling, maling sendal!” Teriak pemilik sendal tersebut. Seperti ibu-ibu yang mengejar diskon 50%, pemilik sandal tersebut lari mengejar Bejo. Terjadilah kejar-kejaran, apes sekali Bejo, perut Bejo yang buncit membuatnya mudah tertangkap.
Tidak diduga bagi Bejo, bahwa pemilik sendal tersebut melaporkan tindakan Bejo ke polisi.
“Kenapa kamu mencuri sendal?” Tanya polisi
“ Saya... tidak punya uang untuk membeli sendal” Sahut Bejo
“Baiklah, kamu akan saya bawa ke pengadilan”
Sial sekali bagi Bejo, hal sepele seperti ini membuatnya harus terseret ke meja hijau.
Dibawah ini merupakan Struktur-struktur teks Anekdot berdasarkan cerita diatas,
1. Abstraksi
Selesai makan, Bejo mengalami kecelakaan yang membuat sandalnya rusak
2. Orientasi
Bejo ingin membeli sandal baru, tetapi ia tidak mempunyai uang
Bayu mengambil sandal di masjid, namun akhirnya ketahuan oleh pemiliknya sehingga ia ditangkap polisi kemudian diadili
3. Krisis
Pada saat di pengadilan dia tidak terima hukumannya
4. Reaksi
Membandingkan hukumannya dengan koruptor
5. Koda
Si pencuri ternyata lebih merugikan daripada koruptor
Seusai kenyang karena makan bakso, Bejo dengan perut menggelembung bergegas pulang. Ditengah perjalanan bejo mengalami kecelakaan. Untunglah, kecelakaan tersebut tidak melukai Bejo, namun apesnya, kecelakaan itu memakan korban yaitu sandal bejo.
Dengan terpaksa Bejo berjalan tanpa alas kaki. Sangat sakit rasanya kaki Bejo bila harus berjalan tanpa alas kaki. Deritanya bertambah karena kenyataan rumahnya masih jauh. Akhirnya Bejo memilih pergi ke toko terdekat untuk membeli sandal, namun apa daya, uangnya hanya sisa 500 rupiah.
Dengan wajah berasap, Bejo pulang dengan tangan hampa, ia sadar, setelah pergi ke toko untuk membeli sendal, jaraknya ke rumahnya semakin jauh. “Duh, kalau begini kakiku bisa jadi ceker ayam!”
Mendadak Bejo mempunyai ide. Ia berniat untuk mencuri sendal di masjid, Bejo hendak mengambil sendal terbaik di masjid saat itu. Sambil menguntit ia memastikan setiap orang sedang beribadah, jadi ketika mereka sibuk beribadah.
Ternyata rencananya berjalan mulus, ia berhasil mendapatkan sandal berwarna ungu – sandal terbaik di masjid itu. Bergaya seolah ia pemilik sandal itu, ia langsung menggunakan sandal itu.
Tidak diduga pemilik aslinya sadar bahwa Bejo telah mencuri sandalnya, “Woi, maling, maling sendal!” Teriak pemilik sendal tersebut. Seperti ibu-ibu yang mengejar diskon 50%, pemilik sandal tersebut lari mengejar Bejo. Terjadilah kejar-kejaran, apes sekali Bejo, perut Bejo yang buncit membuatnya mudah tertangkap.
Tidak diduga bagi Bejo, bahwa pemilik sendal tersebut melaporkan tindakan Bejo ke polisi.
“Kenapa kamu mencuri sendal?” Tanya polisi
“ Saya... tidak punya uang untuk membeli sendal” Sahut Bejo
“Baiklah, kamu akan saya bawa ke pengadilan”
Sial sekali bagi Bejo, hal sepele seperti ini membuatnya harus terseret ke meja hijau.
“Baiklah, Bejo, umur 20 tahun, telah terbukti mencuri sendal seharga
30.000 rupiah. Dengan ini Bejo dihukum 5 tahun penjara.” Jelas hakim
“Lho?! Pak, ini tidak adil, mengapa masa hukuman saya lebih banyak daripada koruptor?”
“....”
“...Ya tentu lah, kamu mencuri sendal sehingga merugikan seseorang
30.000 rupiah. Kalau koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan
200 juta rakyat Indonesia, nah kalau dihitung koruptor hanya merugikan
50 perak tiap orang”
"$#$&!@" mendadak pikiran Bejo konslet.
Dibawah ini merupakan Struktur-struktur teks Anekdot berdasarkan cerita diatas,
1. Abstraksi
Selesai makan, Bejo mengalami kecelakaan yang membuat sandalnya rusak
2. Orientasi
Bejo ingin membeli sandal baru, tetapi ia tidak mempunyai uang
Bayu mengambil sandal di masjid, namun akhirnya ketahuan oleh pemiliknya sehingga ia ditangkap polisi kemudian diadili
3. Krisis
Pada saat di pengadilan dia tidak terima hukumannya
4. Reaksi
Membandingkan hukumannya dengan koruptor
5. Koda
Si pencuri ternyata lebih merugikan daripada koruptor
Langganan:
Komentar (Atom)